Alamat baru!

Alamat baru blog saya adalah:

www.thediplomatwannabe.blogspot.com

dikunjungi yaaa! sebenarnya udah lama pindahan sih, tapi baru sempet ngasih tahu sekarang!

God Bless All!

Lewi Aga Basoeki

posted by Lewi Aga Basoeki @ 10:12 PM, ,


I'm moving to ...

Ehem, saya pindah blog lhow. Kemana? Ada dyehhh,... Alasannya? Hum, karena satu dan lain hal yang 'gak bisa saya ungkapin di sini.

Trus? Gimana cara cari tahunya? Yah, kalo gak kirim e-mail ke aga.author@gmail.com ntar saya yang akan mengunjungi blog Anda dengan nama baru. Nama barunya apa? Hummm, ada aja.
*duh nyebelin banget postingan ini*
Yah sudah deh! Sedih juga harus menutup blog yang sudah 3 tahun saya tempatin ini.
aGa

posted by Lewi Aga Basoeki @ 3:39 PM, ,


I Hate The Dateliners!

Hallow! Mungkin artikel yang baru ini menunjukkan betapa betenya saya terhadap seseorang yang ’ngasih saya kerjaan dalam sebuah kepanitiaan dan orang itu selalu ’ngasihnya satu hari sebelum kerjaan itu harus dikumpulin.

Awalnya sih gue iya-iya aja, tapi lama-lama bete getoohh. Gimana enggak, saya ’gak suka diburu-buru waktu. Kalo kata si Jeng Rea: ”Lewi, lo itu perfeksionis abis! Mungkin orang lain ’ngerjain ’tu kerjaan cuman 5 menit tapi elo? Lima jammmm!!”

Ergh, emang bener. Gue sangat perfeksionis dan jam tidur saya berkurang cuman gara-gara tugas yang harus dikumpul besok.

Masih mending kalo tugas itu adalah tugas kuliah, ini tugas sebuah kepanitiaan!! Males banget sih.

Wah, kayaknya saya harus me-recommitment diri saya. Saya gak mau gara-gara kepanitiaan ini nilai semester saya berantakan.

Kuliah tetap harus nomor satu.

Humm, emang saya benar-benar membenci The Dateliners! Argh!

posted by Lewi Aga Basoeki @ 6:31 PM, ,


Launching atau enggak ya?

Tadi siang tepatnya, saya ditelepon sama nyokab saya. Dia bilang gini: “Lewi, kamu mau ‘gak ‘ngelaunching buku kamu? Bertepatan sama Tante Sutrisning yang lagi mau ‘ngebuka tokonya juga di Senayan City. Nahhh, sekalian ajah…”

Langsung donk, dung-dung-dung banget deh saya! Maksudnya adalah, saya ‘ngerasa, saya gak siap untuk berlaunching ria, saya minder banget dengan novel saya. Yap, untuk pertama kalinya, saya merasa minder.

Lalu saya bilang donk ke nyokab saya: “Umm, kayaknya ‘gak usah deh, saya ‘nggak ada keinginan, maksudnya feeling saya mengatakan buat ‘nggak dulu…”

Trus nyokab saya teuteup aja gituh bilang: “Ini kesempatan kamu…”

Dan setelah percakapan telepon selesai, nyokab saya masih teuteup sms dan isinya berharap kalau saya mau merubah pikiran saya.

Trus saya berkonsultasi dengan beberapa orang dan mereka bilang: Ga, kenapa ‘nggak di-iya-in aja sih?

Nah saya tambah bingung. Iya gak sih? Saya percaya banget sama kata hati, tapi kata hati saya bilang saya jangan melakukan launching-launchingan dulu. Trus masuk lagi kalimat ekstrim yang bikin saya juga jadi agak khawatir: kesempatan itu gak dateng dua kali lho!

Humm, iya juga sih,…setelah saya cari tahu kenapa saya gak mau launching novel adalah: saya itu males mengurusinya. Humm?! Iya, saya males ‘ngurusin launching novel saya, ‘ntar gimana ini dan itunya. Ehmmm,…

Dan kayaknya, kemalasan itulah yang membuat saya gak bisa nulis-nulis novel lagi, yang ‘ngebuat saya gak akan pernah maju sebagai penulis, dan yang akan ‘ngebuat saya terus-terusan jalan di tempat.

Jadi ya, saya terima deh launchingnya =)!

posted by Lewi Aga Basoeki @ 2:59 PM, ,


Hualow!

Hari ini, saya mampir ke Grasindo buat mengambil jatah novel gratisannya. Hehehehe. Sebenarnya ‘nggak ada niatan juga sih buat ke Grasindo secara Depok-Jakarta jauh juga getoohh, tapi, setelah dipikir-pikir, daripada mumet habis mid-test perdata yang bikin emosi (bisa sih, tapi gak yakin juga, hanya pertolongan Tuhan deh yang bisa diandalkan) mendingan pulang ke Jakarta dan ‘ngajak bokap buat ke Grasindo yang letaknya bersebelahan dengan gedung GPU (Gramedia Pustaka Utama) di Palmerah situ..

Trus di sana ketemu Mbak Sisca, dia itu tugasnya mengedarkan buku, istilahnya apa ya, standing order manager, dan dikasih gituh 10 buku novel saya sesuai perjanjian awal.

Duh, bahagia banget deh. Apalagi Mbak Sisca baiiiikkk (baiknya pake kuadrat) banget, thanks to Mbak Sisca. Habis dari sana, niatan pengen ketemu Mbak Mira dan Mas Bimo sebagai editor, tapi karena sibuk banget cuman dikasih satu novel gratis deh.. yuhuuu, berbunga2 deh saya!

Dari Grasindo mampir ke GPU buat ketemu Kak Hetih, tersayang, my next editor (harapnya sih gituhh) buat ‘ngasih satu novel saya sebagai tanda kenang-kenangan dan terima kasih. Plus tanda tangan tanpa cap bibir tentunyahh…

*duh bahagia banget*
Beli ya, teman-teman! Rencananya minggu depan sudah ada di toko-toko buku terdekat. Pengarangnya tentuna pastina Lewi Aga Basoeki, ISBN (13)9789797597221, Harganya berapa? 38.500, hehehehehe, agak mahal, tapi worthed kok *promosi tingkat tinggi*
Eh, ini sinopsis yang ada di belakangan novel saya:

Kolinier, berada pada satu garis lurus...

“Kamu sebelumnya adalah duniaku, Giska…Tetapi, semenjak kedatangan Amelia untuk kedua kalinya dalam hidupku…, semuanya sirna..” Devan mengusap-ngusap tangan Giska. “Dan, aku memang salah…Kamu bebas melakukan apa saja untuk menghukumku…., Giska....”
Giska melepaskan cengkeraman tangan Devan. “Nggak, Van...”
Ia menghela napas galau. Ditatapnya wajah tampan yang berurai air mata di depannya. Ada hasrat yang membuatnya tak mau melepaskan cowok ini. Namun, ia harus melakukannya...

posted by Lewi Aga Basoeki @ 5:00 PM, ,


Kabar novel saya!

Eh, mau ngasih tahu sesuatu:

Ummm, mungkin agak basi sih...

Ada apa? Ada Apa?

NOVEL SAYA SUDAH TERBITTTT!!!
Judulnya: Kolinier Cinta

Bisa dibeli di toko buku terdekat =)

Hehehehehehehe!

Dan buat sahabat-sahabat saya yang menunggu lama, selamat menanti kiriman novel gratisannya!

Otomatis saya akan berteriak:
I’M OFFICIALLY AN AUTHOR NOWWW!!!

Memang, segala sesuatu itu indah pada waktunya.

posted by Lewi Aga Basoeki @ 1:08 PM, ,


Menjadi Garam dan Terang

I’m listening to
Phillipine Madrigal Singers – The Lord Bless You and Keep You
Phillipine Madrigal Singers – My Heart will Go on
Phillipine Madrigal Singers – Prayer of St. Francis
Phillipine Madrigal Singers – You Raise Me Up

Tadi malam saya ditelepon oleh salah satu mahasiswa fakultas hukum program ekstensi yang seangkatan dengan saya yaitu 2006, namanya Erna namun saya memanggil dia Tante Erna karena memang dia jauh lebih tua dari saya.

”saya dan teman-teman mahasiswa ekstensi merasa terbantu banget dengan catatan dan ringkasan Aga yang ada di Barel (tempat fotokopian paling tenar di dekat FH). Saya heran masih ada mahasiswa yang masih punya waktu untuk buat ringkasan dan catatan diketik dan rapih banget. Apalagi kamu selipin ayat-ayat Firman Tuhan di situ. Saya punya anak yang paling kecil seumuran kamu dia kuliah di Universitas Tarumanegara dan saya mau kasih tunjuk dia tentang catatan dan ringkasan yang kamu buat. Kamu gereja dimana sih? Oh kamu juga GKI-Gereja Kristen Indonesia-! Saya GKI Panglima Polim....”
Itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan oleh Tante Erna ke saya kemarin malam via telepon. Saya yang saat itu lagi belajar Hukum Islam dan berijtihad menggunakan ra’yu (akal pikiran) saya untuk memahami bahasa-bahasa Arab langsung merasa tercengang. Gak tahu kenapa, tapi momen itu buat saya adalah titik dimana saya merasa kalau apa yang saya lakukan ternyata ’nggak sia-sia buat orang lain. Apalagi dia juga orang GKI dan buat saya ini bukan suatu kebetulan tetapi suatu hal yang sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa. Karena saya adalah orang yang ’nggak percaya dengan yang namanya suatu coincidence yang ada hanyalah sesuatu yang sudah direncanakan sama Dia.

Mulai dari kemarin pagi, saat setelah selesai HTN, beberapa orang di angkatan saya bilang: thanks banget, Ga! Catatannya ’ngebantu banget! sampai ucapan terima kasih itu masih ada yang mengucapkan pada waktu saya makan siang bersama Jeng Yenita dan Jeng Pebri di KaFhe (Kantin FH) ada senior yang bilang ke saya: catatannya ’ngebantu banget, thanks!!

Saya bersyukur untuk ini semua. Saya telah membantu orang lain dan ucapan rasa terima kasih yang paling tulus itu adalah harga yang ’nggak bisa tergantikan. =).

”You are like salt for everyone on earth. But if salt no longer tastes like salt, how can it make food salty? All it’s good for to be thrown out and walked on. You are like light for the whole world. A city built on top of a hill can’t be hidden and no one would light a lamp and put it under a clay pot. A lamp is placed on a lamp stand, where it can give light to everyone in the house. Make your light shine, so that others will see the good that you do and will praise your Father in heaven.”
Jadi, moral of the story adalah:
Satu, make your light shine, so that others will see the good that you do and will praise your Father in heaven.

Dua, rasa ucapan terima kasih yang tulus adalah satu hal yang tidak bisa terbayarkan. Sudahkah kita mengucapkan terima kasih hari ini kepada orang-orang yang membantu kita?

Tiga, menjadi garam dan terang itu not hard as people think. It’s very easy to say and it’s not hard to do. =)

Enjoy your day rekan-rekan!

posted by Lewi Aga Basoeki @ 1:05 PM, ,